Thursday, June 21, 2018

PENCARIAN

Kuliah Umum di Kantor Wilayah Jawa Timur Kementerian Hukum dan HAM RI

Selasa, 27 Maret 2018 bertepat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur telah berlangsung teleconference sekaligus kuliah umum oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang bertajuk “UNITY IN HARMONY”. Sebelum acara teleconference dimulai para ASN (Aparatur Sipil Negara) dan CASN (Calon Aparatur Sipil Negera) Kemenkumham melakukan apel pagi, dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ibu Susi Susilawati.

Seusai melakukan apel, seluruh CASN menuju Aula Kanwil bersiap untuk melakukan teleconference dan mengikuti kuliah umum. Di ruangan juga turut hadir Kakanwil Jatim Ibu Susi Susilawati, para Kepala Divisi, Pejabat Struktural dan beberapa pejabat instansi pemerintahan lainnya. Peserta yang hadir adalah CASN di Kementerian Hukum dan HAM, CASN Mahkamah Agung dan CASN Kementerian Perhubungan.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian diawali oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) memberikan materi kepada seluruh CASN yang disiarkan langsung dari Istora Senayan, Jakarta. Materi yang disampaikan mengenai era “Industri 4.0” dimana pada era ini banyak pekerjaan diambil alih oleh robot dan mesin-mesin canggih lainnya. Fenomena ini membuat jutaan pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh manusia, sekarang digantikan oleh robot, sedangkan pada birokrasi Indonesia masih banyak ASN yang hanya memiliki kemampuan administrasi minimalis seperti juru ketik. Jenis pekerjaan seperti juru ketik sangat rawan digantikan oleh tenaga mesin yang semakin canggih di masa mendatang. Maka dari itu, CASN dituntut memiliki kemampuan khusus agar dapat memperjuangkan kariernya di masa mendatang.

Puncak acara saat Pak Jokowi memberikan materi kepada CASN, materi yang disampaikan beliau berupa reformasi birokrasi khususnya terkait dengan pengurusan pembuatan dokumen. Pak Jokowi mengatakan jika pada zaman milenial ini segala sesuatu berlangsung sangat cepat. Maka dari itu, pemerintah dituntut untuk bekerja cepat khususnya dalam pembuatan dokumen. Beliau mengatakan jika pembuatan dokumen sebisa mungkin diselesaikan dalam hitungan hari, agar dapat mempermudah Rakyat Indonesia untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu,  Pak Jokowi menginginkan agar seluruh CASN untuk terus belajar dan memiliki jiwa keingintahuan yang tinggi atau dalam bahasa gaulnya KEPO, diharapkan dengan memiliki jiwa KEPO yang tinggi para CASN memiliki pemikiran-pemikiran yang inovatif agar pemerintahan berjalan lebih efektif. Di dalam memberikan materi, Bapak Jokowi juga memberikan sedikit lelucon yang membuat para peserta tertawa dan suasana menjadi cair. Lelucon yang diberikan seperti status jomblo yang masih banyak disandang oleh para CASN akan segera hilang karena beliau mengatakan sebagai ASN mudah mendapatkan jodoh. Selama kurang lebih satu jam semua peserta mendengarkan materi beliau dengan antusias dan canda tawa sehingga tak terasa sudah dipenghujung waktu.

Acara dilanjutkan dengan pertunjukan angklung yang dilakukan oleh kurang lebih lima ribu peserta di Istora Senayan. Mereka memainkan angklung yang dikomposeri oleh Anglung Saung Ujo, dengan mambawakan lagu “You Raise Me Up”, “We Are The Champion” dan “Nyiur Melambai.” Pertunjukan angklung tersebut membuahkan hasil dengan dipecahkannya rekor dunia “pertunjukan angklung missal yang dilakukan oleh ASN dan CASN”, penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Jaya Suprana selaku Ketua MURI (Museum Rekor Indonesia).

Pemateri selanjutnya secara berturut-turut diisi oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, Chief Executive Officer CEO Gojek Indonesia Nadiem Makarim dan Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Pak Yudi Latif. Ketiga narasumber tersebut merupakan tokoh yang dapat memberikan motivasi kepada seluruh CASN agar menjadi insane yang berguna bagi nusa dan bangsa. Selain itu, CASN yang sebagian besar anak muda diharapkan mampu memberikan kontribusi berupa inovasi-inovasi yang membangun birokrasi agar dapat menjadi birokrasi tingkat global pada tahun 2024.