Imigrasi Surabaya Dorong Peningkatan Investasi Asing melalui Program ForINVEST

Mediatamanews | Surabaya – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui terobosan inovatif yang menjembatani pelayanan keimigrasian dengan dunia investasi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui program ForINVEST (Platform Investasi dan Keimigrasian Terpadu), sebuah layanan terpadu yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses penanaman modal asing (PMA) di Jawa Timur.

Imigrasi sebagai Fasilitator Pembangunan Ekonomi

Sebagai salah satu fungsi strategis keimigrasian, peran Imigrasi kini tidak hanya terbatas pada pengawasan lalu lintas orang asing, tetapi juga berkontribusi sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, yang merupakan salah satu provinsi dengan tingkat investasi tinggi, sempat mengalami penurunan realisasi PMA dalam kurun waktu 2022–2024. Kondisi ini menjadi latar belakang lahirnya program ForINVEST sebagai langkah konkret untuk memperkuat daya saing daerah dalam menarik minat investor asing.

“ForINVEST menjadi wujud nyata transformasi pelayanan keimigrasian yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Melalui strategi Customer Relationship Management, kami ingin memberikan pengalaman pelayanan yang cepat, informatif, dan ramah bagi para investor,” ujar Agus Winarto, Amd.Im., S.H., M.Si., Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya sekaligus Project Leader program ForINVEST.

Sinergi Lintas Instansi untuk Mendorong PMA, Program ForINVEST merupakan inisiatif dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur yang mengedepankan sinergi antara keimigrasian dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah daerah. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan layanan menyeluruh kepada calon investor, mulai dari informasi peluang investasi, proses keimigrasian, hingga penyediaan dokumen legalitas yang dibutuhkan dalam satu sistem terintegrasi. Melalui strategi ini, calon investor dapat dengan mudah mengakses informasi dan memperoleh pendampingan tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang. Hal ini diharapkan dapat memperkuat citra positif Indonesia, khususnya Jawa Timur, di mata dunia sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan ramah investor

Program ini juga menargetkan sejumlah outcome jangka panjang, antara lain peningkatan jumlah Izin Tinggal Terbatas (ITAS) investor asing, peningkatan nilai realisasi PMA di Jawa Timur, serta bertambahnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari layanan keimigrasian terkait investasi. Dengan implementasi ForINVEST, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi antara pelayanan keimigrasian dan investasi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investor asing, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu pusat investasi utama di Indonesia.

Imigrasi Dorong Iklim Investasi Jawa Timur Lewat Sosialisasi “All Indonesia” dan “ForINVEST”

Sidoarjo, 8 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menggelar kegiatan “Sosialisasi All Indonesia dan Peluang Investasi di Wilayah Jawa Timur” di Aula Kanim Surabaya, Rabu (8/10). Acara ini dihadiri oleh para perwakilan dari Konsulat Jenderal negara sahabat, instansi vertikal di lingkungan Bandara Internasional Juanda, serta perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital layanan keimigrasian merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi di daerah. “All Indonesia bukan hanya aplikasi, melainkan semangat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis. Ini adalah wujud nyata dari sinergi digitalisasi pelayanan dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Novianto.

All Indonesia: Satu Platform Layanan Keimigrasian

Program All Indonesia, yang diluncurkan secara nasional pada 1 Oktober 2025 oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, merupakan platform digital terpadu yang menghadirkan layanan pelaporan kedatangan penumpang pada bandara dan pelabuhan internasional dalam satu genggaman. All Indonesia adalah sistem terintegrasi yang memadukan layanan deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu platform digital. Layanan ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu versi web melalui laman allindonesia.imigrasi.go.id dan aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Google Playstore maupun App Store. Implementasi All Indonesia di Bandara Juanda juga menjadi langkah penting dalam membangun integrasi data lintas instansi yang berfokus pada pelayanan publik dan keamanan perbatasan.

DE IMEJ dan ForINVEST: Sinergi Inovasi dari Jawa Timur

Dalam acara tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur juga memperkenalkan DE IMEJ (Digital Ecosystem of Immigration and East Java) — portal berbasis web dengan sistem QR Code yang menyediakan informasi terpadu seputar keimigrasian, investasi, pariwisata, dan UMKM Jawa Timur. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah secara global dan memperkuat citra Jawa Timur sebagai wilayah yang terbuka dan aman bagi investor asing.

Selain itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, juga mengangkat inisiatif ForINVEST (Platform Investasi dan Keimigrasian Terpadu) sebagai bagian dari proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II. Program ini bertujuan untuk mendukung percepatan investasi di Jawa Timur melalui layanan keimigrasian yang adaptif dan pro-investasi, termasuk kemudahan izin bagi tenaga kerja asing serta kepastian hukum bagi penanam modal.

Kolaborasi untuk Investasi Ramah dan Terintegrasi

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh perwakilan konsulat negara sahabat seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Australia, Belanda, Thailand, Jerman, Prancis, Polandia, dan lainnya. Partisipasi mereka mencerminkan pentingnya peran keimigrasian dalam mendukung hubungan internasional dan investasi lintas negara. Novianto menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Jawa Timur: “Mari kita wujudkan semangat All Indonesia dalam tindakan nyata. Jawa Timur harus menjadi gerbang investasi nusantara yang maju, aman, dan humanis.”

Tentang All Indonesia

All Indonesia merupakan inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan keimigrasian, Bea Cukai dan Badan Karantina pada saat kedatangan di pintu-pintu masuk baik di Bandara, Pelabuhan dan Pos-Pos Perbatasan Internasional Indonesia dalam satu aplikasi digital. Aplikasi All Indonesia ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat baik WNI dan WNA pada saat kedatangan dari luar negeri. Aplikasi ini diluncurkan secara resmi pada 1 Oktober 2025, platform ini mendukung visi “Transformasi Digital Imigrasi untuk Indonesia Emas 2045”.

Imigrasi Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pencegahan TPPO di Desa Binaan Kunjorowesi

Mojokerto, 14 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kegiatan sosialisasi di wilayah desa binaan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta aktif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Imigrasi Surabaya untuk menghadirkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi dan perlindungan bagi warga agar terhindar dari kejahatan perdagangan orang yang kerap mengintai di balik tawaran pekerjaan di luar negeri.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas dari Kantor Imigrasi Surabaya, Bapak Anton Purnomo Hadi menyampaikan berbagai materi terkait pencegahan TPPO, mulai dari pengenalan modus operandi pelaku, bentuk-bentuk eksploitasi yang sering terjadi, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, hingga mengenalkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya dokumen perjalanan yang sah, serta bagaimana prosedur keberangkatan ke luar negeri yang benar dan aman sesuai ketentuan perundang-undangan. Petugas menegaskan bahwa perdagangan orang bukan hanya terjadi pada jalur ilegal, tetapi juga bisa terjadi melalui bujukan halus atau tawaran kerja yang tidak disertai kelengkapan izin. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang menjanjikan pekerjaan mudah dengan imbalan besar.

Selain edukasi mengenai TPPO, kegiatan ini juga mengulas layanan keimigrasian yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, seperti pengurusan paspor dan konsultasi keberangkatan ke luar negeri. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai prosedur pelayanan dan memperoleh penjelasan dari petugas, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan informatif. Petugas Imigrasi Pembina Desa, Bapak Maulid Yustisia Iriandi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan bagian penting dari fungsi Imigrasi tidak hanya sebagai pelaksana pelayanan publik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam perlindungan warga negara.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami bahaya perdagangan orang dan tahu bagaimana cara melindungi diri. Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan, dan Imigrasi berperan untuk memberikan pemahaman itu secara langsung ke masyarakat,” ujar Maulid.

Beliau menambahkan bahwa program Desa Binaan Imigrasi menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sadar hukum dan sadar keimigrasian. Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, diharapkan pesan-pesan pencegahan TPPO dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga Desa Kunjorowesi. Masyarakat menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung mengenai isu-isu aktual di bidang keimigrasian serta langkah-langkah praktis dalam mencegah kejahatan perdagangan orang. Dengan kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pemberi layanan keimigrasian, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom warga negara melalui edukasi yang berkelanjutan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Raih Penghargaan Pengelolaan dan Pelaporan Forensik Keimigrasian Terbaik

Jakarta, 15 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada kegiatan Diseminasi Dokumen Forensik Keimigrasian Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil meraih Piagam Penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Pemeriksaan Dokumen Forensik Terbanyak Periode Januari hingga September 2025.

Kegiatan yang digelar di Hilton Garden Inn Jakarta Taman Palem pada Rabu (15/10/2025) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya diwakili oleh Bapak Kholilur Rohman, selaku Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, yang hadir untuk menerima penghargaan secara langsung mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi kinerja pelaporan laboratorium forensik keimigrasian yang meliputi penggunaan mesin Video Spectral Comparator (VSC) dalam mendeteksi keaslian dokumen keimigrasian seperti paspor, visa, maupun cap keimigrasian. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya tercatat sebagai satuan kerja dengan jumlah pemeriksaan dokumen forensik terbanyak selama periode penilaian, yakni sebanyak 177 dokumen.

Dalam keterangannya, Bapak Kholilur Rohman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan ini.

“Capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh dari pimpinan. Pemeriksaan forensik dokumen bukan sekadar tugas teknis, tetapi bagian penting dari upaya kami menjaga integritas dan keamanan dokumen perjalanan agar tidak disalahgunakan. Kami akan terus meningkatkan profesionalisme dan ketelitian dalam setiap pemeriksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Imigrasi Surabaya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mendukung tugas dan fungsi intelijen keimigrasian, terutama dalam deteksi dini terhadap potensi pemalsuan dokumen perjalanan.

“Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan, tetapi juga pemacu semangat bagi seluruh pegawai agar semakin berkomitmen dalam memberikan pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang optimal,” tambahnya.

Kegiatan Diseminasi Dokumen Forensik Keimigrasian TA 2025 ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperkuat kemampuan teknis satuan kerja di bidang pemeriksaan forensik dokumen, serta menumbuhkan budaya kerja yang profesional dan akuntabel di lingkungan keimigrasian. Dengan penghargaan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan perannya sebagai salah satu ujung tombak pelayanan dan pengawasan keimigrasian di wilayah Indonesia Timur, khususnya dalam menjaga keamanan dan keabsahan dokumen perjalanan internasional di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sekretaris Jenderal Kemenimipas Kunjungan Kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya

Sidoarjo, 26 September 2025 – Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Dr. Asep Kurnia, S.H., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya pada Jumat (26/9).

Rangkaian kunjungan kerja diawali dengan senam pagi bersama Sekjen Kemenimipas yang diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Jawa Timur serta pegawai Kantor Imigrasi Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat kerja yang sehat dan bugar. Suasana penuh keakraban semakin terasa ketika Sekjen turut bermain tenis meja (pingpong) bersama jajaran pegawai Kanim Surabaya.

Usai kegiatan olahraga, Sekjen memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Dalam arahannya, Sekjen menekankan pentingnya sinergi, peningkatan integritas, dan pelayanan publik yang semakin prima.

“Saya berharap seluruh jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jawa Timur terus menjaga integritas, memperkuat sinergi, dan selalu berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Pelayanan yang baik adalah cerminan dari birokrasi yang melayani,” ujar Sekjen dalam arahannya.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, 25 September 2025, Sekjen juga menghadiri acara Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2025 yang digelar di Surabaya. Pada ajang tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berhasil meraih enam penghargaan. Dari jumlah tersebut, lima penghargaan berhasil diraih oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, sementara satu penghargaan diraih langsung oleh Kemenimipas. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan komunikasi publik yang transparan, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Setelah agenda pengarahan di Sidoarjo, Sekjen menyempatkan diri meninjau bazar pasar murah yang digelar di halaman Kantor Imigrasi Surabaya. Bazar ini terselenggara berkat kolaborasi antara Kantor Imigrasi Surabaya, Kanwil Bulog, dan Polresta Sidoarjo, yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi pegawai maupun masyarakat sekitar.

Melalui rangkaian agenda ini, diharapkan jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jawa Timur semakin termotivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Kemenimipas dalam mewujudkan birokrasi yang melayani.

Inteldakim Surabaya Tingkatkan Pengawasan, 148 WNA Ditindak Sepanjang Tahun 2025

Surabaya, September 2025 – Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mencatat capaian signifikan dalam pengawasan terhadap orang asing. Hingga periode Januari–Agustus 2025, sebanyak 148 Warga Negara Asing (WNA) telah dikenai tindakan administratif keimigrasian (TAK) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Deportasi

Dari total tersebut, sebanyak 64 WNA telah dideportasi karena melakukan pelanggaran keimigrasian, seperti melebihi izin tinggal, menyalahgunakan izin tinggal, hingga melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

  • Deportasi paling banyak dilakukan terhadap WNA asal Tiongkok (35 orang), disusul Malaysia (17 orang), serta negara lain seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Tajikistan masing-masing 2 orang, serta beberapa negara lain dalam jumlah lebih sedikit.

Pencegahan dan Penangkalan (Cekal)

Selain deportasi, 45 WNA juga dikenai tindakan pencegahan dan penangkalan (cekal) agar tidak dapat memasuki wilayah Indonesia untuk jangka waktu tertentu.

  • Cekal terbanyak juga berasal dari Tiongkok (26 orang), disusul Malaysia (10 orang), serta WNA dari Amerika Serikat, Prancis, Tajikistan (masing-masing 2 orang), dan negara lainnya

Penindakan Lainnya

Selain itu, Bidang Inteldakim juga melakukan pendetensian terhadap 107 WNA sebelum diproses lebih lanjut sesuai aturan. Sedangkan untuk pembatasan/pembatalan izin tinggal, larangan berada di wilayah tertentu, maupun pengenaan biaya beban, tercatat tidak ada kasus pada periode ini.

Komitmen Pengawasan

Kepala Bidang Inteldakim Kantor Imigrasi Surabaya, Dodi Gunawan Ciptadi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata komitmen Imigrasi dalam menjaga kedaulatan negara.

“Setiap WNA yang berada di Indonesia wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku. Tindakan administratif yang kami lakukan bukan hanya penindakan, tetapi juga upaya pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran yang lebih serius. Angka 148 WNA yang dikenai tindakan ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya di wilayah Jawa Timur,” ungkap Dodi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam pengawasan orang asing.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat sangat penting dalam melaporkan dan mencegah potensi pelanggaran. Inteldakim akan terus meningkatkan kualitas pengawasan agar keberadaan WNA di Surabaya tetap membawa manfaat, bukan masalah,” tambahnya.

Capaian ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh WNA di Indonesia untuk selalu menaati aturan keimigrasian serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Imigrasi Surabaya

Surabaya, 18 September 2025 – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bekerja sama dengan Kantor SAMSAT Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara kolektif yang dilaksanakan di Ruang Pelayanan Dokumen Perjalanan, Kamis (18/9). Kegiatan ini diinisiasi dalam rangka memenuhi kewajiban pembayaran pajak tahunan baik untuk kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi pegawai Imigrasi Surabaya, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat umum yang ingin memanfaatkan layanan ini.

Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Imigrasi dan Samsat dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efisien. “Dengan adanya layanan pembayaran PKB secara kolektif, kami berharap kewajiban pajak dapat terpenuhi tepat waktu sekaligus mempermudah akses masyarakat dan pegawai tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat,” ujarnya. Pelayanan berlangsung lancar dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan mendapat sambutan positif dari para pemohon. Tercatat, terdapat 57 kendaraan yang memanfaatkan layanan ini, terdiri dari kendaraan dinas, kendaraan pribadi pegawai, serta kendaraan masyarakat umum. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Kantor Imigrasi Surabaya dalam mendorong kepatuhan pembayaran pajak daerah. Dengan semakin banyaknya wajib pajak yang terfasilitasi, diharapkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor dapat terus meningkat untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Timur.

Selain itu, kerja sama lintas instansi ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Kehadiran petugas Samsat langsung di kantor imigrasi membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis tanpa harus menunggu lama. Kantor Imigrasi Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan kolaborasi lintas instansi, sehingga tercipta pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan akuntabel. Ke depan, diharapkan layanan semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang memberi manfaat tidak hanya bagi pegawai, tetapi juga masyarakat luas.

 

2025 © Copyright - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya