KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS TPI SURABAYA RAIH PENGHARGAAN IKPA TERBAIK SEMESTER II TAHUN 2025

Sidoarjo — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil meraih Penghargaan ‘SIDO APIK’ sebagai Peringkat 1 Satuan Kerja dengan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik Semester II Tahun 2025 untuk kategori pagu anggaran di atas Rp30 miliar hingga Rp50 miliar.

Penghargaan tersebut sebelumnya telah diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo, Vicensia Retnasari, pada April 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pelaksanaan anggaran yang efektif, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi wujud komitmen seluruh jajaran dalam menjaga kualitas pengelolaan anggaran negara secara profesional dan bertanggung jawab.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran dan pelayanan kepada masyarakat. Capaian ini juga merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran pegawai,” ujar Agus Winarto.

Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dalam mengelola anggaran secara optimal mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Pengelolaan anggaran yang baik juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.

Selain menjadi indikator keberhasilan tata kelola keuangan, capaian IKPA juga mencerminkan konsistensi satuan kerja dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program dan penggunaan anggaran negara secara tepat sasaran. Dengan pengelolaan anggaran yang baik, berbagai program pelayanan dan inovasi keimigrasian dapat berjalan lebih maksimal guna mendukung kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah.

Melalui capaian ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya akan terus berupaya meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, inovatif, dan terpercaya.

IMIGRASI SURABAYA PERKUAT PELAYANAN HAJI MELALUI PENERAPAN MEKKAH ROUTE

Sidoarjo (18/05) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat pelayanan keimigrasian dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji melalui penerapan layanan Mekkah Route di Embarkasi Surabaya. Program ini menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam memberikan kemudahan, percepatan, serta kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Melalui layanan Mekkah Route, proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Embarkasi Surabaya sebelum jemaah diberangkatkan. Dengan mekanisme tersebut, jemaah tidak perlu lagi menjalani proses pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa Imigrasi memiliki peran penting dalam memastikan seluruh tahapan pemeriksaan keimigrasian berjalan lancar dan terintegrasi.

“Penerapan Mekkah Route merupakan bentuk pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kemudahan dan kenyamanan jemaah. Kami memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan akurat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kehati-hatian,” ujar Agus Winarto.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menjalin koordinasi dan kerja sama intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, otoritas Arab Saudi, pengelola bandara, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional embarkasi dan mendukung keberhasilan pelaksanaan Mekkah Route.

Selain mempercepat proses pemeriksaan, penerapan Mekkah Route juga menjadi wujud transformasi pelayanan publik yang mengedepankan efektivitas sistem, kesiapan sumber daya manusia, serta integrasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan keimigrasian dan memperkuat sinergi lintas instansi guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian operasional pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Surabaya.

IMIGRASI SURABAYA BERIKAN LAYANAN PERPANJANGAN IZIN TINGGAL BAGI PETUGAS IMIGRASI ARAB SAUDI DI AREA MAKKAH ROUTE JUANDA

Sidoarjo (18/05) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya melaksanakan layanan perpanjangan izin tinggal bagi petugas Imigrasi Arab Saudi yang sedang bertugas dalam pelaksanaan program Makkah Route di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area layanan Makkah Route Embarkasi Surabaya sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Layanan perpanjangan izin tinggal diberikan secara profesional, cepat, dan sesuai dengan ketentuan keimigrasian yang berlaku. Pelaksanaan layanan ini merupakan bentuk komitmen Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dalam memberikan pelayanan prima sekaligus mendukung keberlangsungan operasional program Makkah Route yang menjadi salah satu layanan strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menyampaikan bahwa kehadiran petugas Imigrasi Arab Saudi di Embarkasi Surabaya merupakan bagian penting dari implementasi Makkah Route yang memperkuat sinergi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.

“Imigrasi Surabaya mendukung penuh pelaksanaan Makkah Route, termasuk melalui pemberian layanan keimigrasian bagi petugas Arab Saudi yang menjalankan tugas di Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari kerja sama keimigrasian antarnegara yang harus didukung dengan pelayanan yang profesional dan optimal,” ujar Agus Winarto.

Program Makkah Route sendiri memberikan kemudahan bagi jemaah calon haji Indonesia karena proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di embarkasi sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Dengan mekanisme tersebut, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat dan nyaman.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk otoritas Arab Saudi, Kementerian Agama, pengelola bandara, dan instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh rangkaian operasional Makkah Route berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan keimigrasian yang adaptif, profesional, dan humanis dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 melalui Embarkasi Surabaya.

Imigrasi Surabaya Pastikan Kelancaran Keberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji 2026 melalui Penguatan Layanan Keimigrasian

Sidoarjo (22/04) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya memastikan kelancaran proses pemeriksaan keimigrasian pada keberangkatan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Kloter 01 asal Kabupaten Probolinggo berjumlah 380 orang, terdiri dari 376 jemaah dan 4 petugas kloter, dengan nomor penerbangan SV5347 yang diberangkatkan menuju Madinah pada pukul 09.30 WIB.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, hadir langsung di lokasi untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan keimigrasian berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur. Dalam pelaksanaannya, Imigrasi Surabaya berkolaborasi dengan InJourney, stakeholder bandara, Saudia selaku maskapai, serta otoritas imigrasi Arab Saudi dalam skema layanan Makkah Route.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengelola pelayanan keimigrasian bagi jemaah haji, Imigrasi Surabaya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pendaratan yang bertugas khusus dalam pemeriksaan keimigrasian pada Embarkasi dan Debarkasi Surabaya. Pembentukan Satgas ini ditetapkan melalui Surat Perintah Kepala Kantor guna memastikan pelayanan berjalan optimal, mudah, cepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, untuk menjamin kontinuitas pelayanan, Imigrasi Surabaya juga menerapkan sistem piket petugas selama 24 jam penuh selama masa operasional haji, dengan pengaturan jadwal terstruktur bagi seluruh personel yang terlibat. “Imigrasi Surabaya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Kami memastikan seluruh proses pemeriksaan keimigrasian berjalan optimal, didukung kesiapan personel dan sistem kerja yang terorganisir, sehingga jemaah dapat berangkat dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Agus Winarto.

Sebelumnya, pelepasan jemaah haji kloter pertama secara resmi dilakukan oleh Khofifah Indar Parawansa di Asrama Haji Surabaya. Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan serta mematuhi seluruh ketentuan selama menjalankan ibadah haji.

Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya tahun 2026 akan memberangkatkan 44.087 jemaah dalam 116 kloter yang berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Imigrasi Surabaya terus berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji melalui pelayanan keimigrasian yang profesional, akuntabel, dan humanis.

Perkuat Daya Saing Global, Imigrasi Surabaya Sosialisasikan Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia

Surabaya (24/04) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian: Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia (GCI) di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (23/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari perwakilan negara asing dan misi konsuler, perusahaan asing, komunitas perkawinan campuran (PERCA), serta jajaran Unit Pelaksana Teknis Imigrasi se-Jawa Timur.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung implementasi kebijakan keimigrasian yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global. Kebijakan Golden Visa dan program Global Citizen of Indonesia (GCI) diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menarik investor asing, talenta global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas internasional, sehingga kebijakan Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia (GCI) dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemudahan investasi dan mobilitas global. Hal ini sejalan dengan semangat imigrasi untuk rakyat sebagaimana arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko,” kata Agus Winarto.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kebijakan keimigrasian saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, Indonesia dituntut menghadirkan kebijakan yang progresif guna memperkuat posisinya sebagai destinasi strategis bagi investasi dan talenta internasional.

Program Golden Visa yang diperkenalkan sejak tahun 2024 memberikan izin tinggal jangka panjang selama 5 hingga 10 tahun bagi warga negara asing dengan kualifikasi tertentu, termasuk investor dan profesional global. Program ini diharapkan mampu mendorong masuknya investasi, transfer teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, melalui kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI), pemerintah memberikan kemudahan fasilitas keimigrasian bagi diaspora Indonesia dan keturunannya. Program ini memungkinkan pemberian Izin Tinggal Tetap (ITAP) tanpa batas waktu, sebagai bentuk kepastian hukum bagi diaspora untuk tinggal dan berkontribusi di Indonesia tanpa kehilangan kewarganegaraan asingnya. Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi forum diskusi interaktif antara peserta dan narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi, yang membahas berbagai aspek teknis, termasuk mekanisme pengajuan, ketentuan investasi, hingga peluang dan batasan bagi pemegang Golden Visa dan GCI.

Melalui kegiatan ini, Imigrasi Surabaya berharap dapat meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kebijakan keimigrasian terbaru, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas internasional dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing.

Imigrasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta adaptif terhadap perkembangan global dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia sebagai destinasi unggulan bagi investasi dan talenta global menuju Indonesia Emas 2045.

IMIGRASI SURABAYA MATANGKAN PERSIAPAN LAYANAN HAJI 2026 DI BANDARA JUANDA

Sidoarjo (17/04) Menjelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat kesiapan pelayanan keimigrasian bagi jamaah haji Embarkasi Surabaya. Berbagai langkah strategis dilakukan secara terintegrasi, mulai dari koordinasi lintas instansi, pengecekan lapangan, hingga penguatan kesiapan petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Juanda.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bentuk komitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah. “Imigrasi Surabaya siap untuk melayani para jamaah tamu Allah yang akan berangkat maupun pulang kembali dari tanah suci,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Imigrasi Surabaya telah melaksanakan rapat koordinasi bersama stakeholder utama, di antaranya Angkasa Pura dan Saudi Airlines. Koordinasi ini difokuskan pada penyempurnaan alur keberangkatan dan kedatangan jamaah agar berjalan efektif dan efisien. Dalam skema yang disusun, pemeriksaan keimigrasian untuk keberangkatan tetap dilaksanakan di Asrama Haji, sementara jamaah diarahkan menuju Bandara Juanda melalui jalur khusus untuk langsung menuju pesawat.

Untuk proses kedatangan, Imigrasi Surabaya tengah menyiapkan inovasi berupa Corridor Gate di Terminal 1. Inovasi ini dirancang untuk mempercepat pemeriksaan serta mengurai potensi kepadatan saat arus debarkasi. Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih terus dikaji bersama, termasuk potensi penumpukan di area terbatas bandara dan efisiensi waktu sandar pesawat. Selain koordinasi, jajaran Imigrasi Surabaya juga melakukan pengecekan langsung ke area operasional di Terminal 1 Bandara Juanda guna memastikan kesiapan sarana prasarana serta kelayakan alur pergerakan jamaah. Hasil peninjauan ini menjadi dasar dalam penyempurnaan skema pelayanan agar tetap optimal pada saat puncak arus keberangkatan dan kedatangan.

Penguatan kesiapan juga dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pendaratan yang bertugas melaksanakan pemeriksaan keimigrasian bagi jamaah haji secara cepat, mudah, dan sesuai ketentuan. Satgas ini bekerja secara terstruktur dan berkoordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya selama masa operasional haji.

Menegaskan hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Surabaya menyampaikan:

“Imigrasi Surabaya telah membentuk Satgas Pendaratan dalam rangka pemeriksaan keimigrasian calon jamaah haji Embarkasi dan Debarkasi Surabaya tahun 2026. Satgas ini kami tugaskan selama 24 jam secara bergantian, sehingga pelayanan kepada jamaah dapat berjalan optimal tanpa terputus.”

Selain itu, pengaturan jadwal piket petugas juga telah disusun secara berkelanjutan selama periode keberangkatan, dengan sistem kerja penuh selama 24 jam guna menjamin pelayanan tetap berjalan tanpa henti. Petugas diwajibkan melaksanakan tugas secara profesional, termasuk pelaporan berkala serta menjaga kondisi operasional di lapangan. Sebagai bentuk penguatan internal, Imigrasi Surabaya juga melaksanakan apel kesiapan petugas di lingkungan TPI Juanda. Dalam kegiatan tersebut, ditekankan pentingnya sinergi antarinstansi, integritas petugas, serta peningkatan kewaspadaan dalam mendeteksi potensi jamaah haji non-prosedural, dengan tetap mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional.

Dengan rangkaian persiapan yang komprehensif tersebut, Imigrasi Surabaya optimistis penyelenggaraan haji tahun 2026 di Embarkasi Surabaya dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah.

Kepala Kantor Imigrasi Surabaya Dilantik sebagai Koordinator Bidang Imigrasi PPIH Embarkasi Surabaya 2026

Surabaya (17/04) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, resmi dilantik sebagai Koordinator Bidang Imigrasi dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 2026. Pelantikan ini menegaskan peran strategis Imigrasi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya pada aspek pelayanan dan pengawasan dokumen perjalanan jamaah di titik keberangkatan dan kedatangan internasional.

Sebagai Koordinator Bidang Imigrasi, Agus Winarto bertanggung jawab memastikan seluruh proses pemeriksaan keimigrasian terhadap jamaah haji berjalan tertib, cepat, dan akurat, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian serta aspek keamanan negara. Peran ini menjadi krusial mengingat Embarkasi Surabaya merupakan salah satu embarkasi terbesar di Indonesia dengan jumlah jamaah mencapai puluhan ribu orang.

“Imigrasi Surabaya siap untuk melayani para jamaah tamu Allah yang akan berangkat maupun pulang kembali dari tanah suci,” ujar Agus Winarto.

Dalam pelaksanaan operasional di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Juanda, jajaran Imigrasi Surabaya akan mengedepankan pendekatan humanis dan responsif, sejalan dengan karakteristik jamaah haji yang beragam, termasuk kelompok lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus. Selain itu, Imigrasi Surabaya juga memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur PPIH dan instansi terkait guna memastikan integrasi data serta kesiapan dokumen perjalanan jamaah sebelum keberangkatan. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kendala di lapangan serta menjaga kelancaran alur pergerakan setiap kloter, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.

Dengan keterlibatan aktif dalam PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Imigrasi Surabaya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjalankan fungsi pengawasan keimigrasian secara optimal, sebagai bagian dari upaya negara dalam memberikan pelayanan prima kepada jamaah haji Indonesia.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Imigrasi Jatim Gelar Sosialisasi Bersama Melawan Perdagangan Orang

Surabaya (15/04) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bersama Melawan Perdagangan Orang: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Perempuan dan Anak” pada Rabu (15/04) di Hotel JW Marriott Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi serta lembaga pelatihan kerja di wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi, Agus Waluyo. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu kantong utama Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa negara, namun juga memiliki kerentanan tinggi terhadap kejahatan lintas negara seperti TPPO dan penyelundupan manusia. “Perkembangan modus kejahatan yang semakin kompleks, termasuk melalui jalur digital dan perekrutan ilegal, menuntut adanya penguatan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Imigrasi terus memperkuat program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), yang berfokus pada deteksi dini, pengawasan, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait, antara lain Ganis Setyaningrum dari Polda Jawa Timur, Sofie Puspitasari dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), serta Kadir dari BP3MI Jawa Timur. Dalam paparannya, Ganis Setyaningrum menegaskan bahwa TPPO merupakan kejahatan serius yang masih marak terjadi, khususnya terhadap PMI. Modus yang digunakan semakin beragam, mulai dari penipuan, penyalahgunaan dokumen, hingga eksploitasi berbasis digital seperti online scamming. Oleh karena itu, diperlukan penguatan deteksi dini serta peran aktif seluruh pihak dalam upaya pencegahan.

Sementara itu, Sofie Puspitasari menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan TPPO, mulai dari aspek pencegahan, penanganan korban, hingga reintegrasi sosial. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan perlindungan terhadap korban berjalan optimal. Di sisi lain, Kadir menjelaskan bahwa tata kelola penempatan dan pelindungan PMI harus dilakukan secara terstruktur sesuai regulasi yang berlaku. BP3MI berperan sebagai unit layanan terpadu yang memfasilitasi penempatan, pelindungan, serta penyelesaian permasalahan PMI secara terintegrasi.

Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini juga menyoroti pentingnya early warning system, penguatan koordinasi antarinstansi, serta peningkatan kesadaran masyarakat sebagai langkah strategis dalam mencegah TPPO sejak dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan pemahaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam melindungi masyarakat dari ancaman perdagangan orang. Kantor Imigrasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO, guna menciptakan perlindungan yang optimal bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

GELAR OPERASI WIRAWASPADA SERENTAK APRIL 2026 “Tiga Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok diduga melakukan Penyalahgunaan Visa dan Izin Tinggal”

SIDOARJO, 13 April 2026 – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menggelar Operasi Wirawaspada Serentak April 2026 selama empat hari, mulai tanggal 7 hingga 10 April 2026. Operasi gabungan ini menyasar 12 titik pengawasan di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga orang Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian berupa ketidaksesuaian antara kegiatan yang dilakukan dengan visa dan izin tinggal yang dimiliki. Adapun rincian ketiga WNA tersebut sebagai berikut:

No Inisial Jenis Kelamin Tempat, Tgl Lahir Nomor Paspor
1 DJ Laki-laki Hunan, 12 Maret 1991 EC6453870
2 ZZ Laki-laki Hebei, 5 Juli 1978 EK8703085
3 ZY Laki-laki Chongqing, 7 Juli 1995 EP2430405

Saat ini, ketiga warga negara RRT masih dalam tahap pemeriksaan. Apabila ditemukan pelanggaran keimigrasian, Kantor Imigrasi Surabaya akan menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian terhadap ketiga WN RRT tersebut. Tindakan ini didasarkan pada ketentuan Pasal 75 ayat (2) jo. Pasal 122 huruf a UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Operasi Wirawaspada 2026 dilaksanakan berdasarkan arahan Direktur Jenderal Imigrasi sebagai bagian dari upaya Imigrasi sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat, pelayanan keimigrasian, serta penegakan hukum dan keamanan negara.

Kantor Imigrasi Surabaya berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan keimigrasian secara mandiri dan rutin terhadap warga negara asing di wilayah kerjanya serta menggandeng instansi terkait dan aparat penegak hukum dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke kantor imigrasi terdekat apabila menemukan warga negara asing yang diduga melakukan pelanggaran atau menunjukkan perilaku mencurigakan.

Imigrasi Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai melalui Pelatihan Basic Life Support dan Kesiapsiagaan Bencana

Sidoarjo (07/04) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyelenggarakan kegiatan “Siaga Bersama, Tanggap Sesama: Pelatihan Basic Life Support dan Kesiapsiagaan Bencana bagi Pegawai” pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di Aula Lantai 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pegawai dalam menghadapi kondisi darurat medis maupun bencana.

Pelatihan ini diikuti oleh pejabat struktural serta perwakilan pegawai dari berbagai unit kerja, termasuk Tata Usaha, Dokumen dan Izin Tinggal (Doklanintal), Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim), serta Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Hadir sebagai narasumber, Dokter Grace Yemima dari Siloam Hospital yang menyampaikan materi Basic Life Support, serta Bige Agus Wahjuno, S.E., Tenaga Ahli Kebencanaan BPBD Provinsi Jawa Timur yang membawakan materi kesiapsiagaan bencana. Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Winda Arum Hapsari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapan pegawai menghadapi situasi darurat.

“Melalui pelatihan ini, pegawai dibekali kemampuan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan medis serta pemahaman terkait mitigasi dan respons bencana. Hal ini penting agar setiap pegawai mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi kritis,” ujarnya. Materi Basic Life Support mencakup teknik pertolongan pertama seperti resusitasi jantung paru (RJP), penanganan korban tidak sadar, serta tindakan awal sebelum bantuan medis lanjutan diberikan. Sementara itu, materi kesiapsiagaan bencana menekankan pada aspek mitigasi risiko, kesiapan individu, serta koordinasi dalam kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Kantor Imigrasi Surabaya memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, tidak hanya dalam menjalankan tugas keimigrasian, tetapi juga dalam menghadapi potensi situasi darurat di lingkungan kerja maupun masyarakat.

2025 © Copyright – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya