Kantor Imigrasi Surabaya Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bersama BNNK Sidoarjo, Dilanjutkan Tes Urine Pegawai

Sidoarjo — Dalam rangka memperkuat komitmen pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Aparatur Sipil Negara, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo, bertempat di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya di Sidoarjo, pada Selasa, 25 November 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh jajaran Imigrasi harus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas institusi dan lingkungan kerja dari potensi penyalahgunaan narkotika.

“Sebagai pelaksana layanan publik, kita harus menjadi teladan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan bebas narkoba. Kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam menjaga kehormatan dan integritas aparatur negara,” ujar Agus Winarto.

Sosialisasi kemudian dipimpin oleh Bapak Gatot, selaku pimpinan tim dari BNNK Sidoarjo, yang menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba, tren peredaran terkini, serta strategi efektif pencegahan di lingkungan kerja dan masyarakat.

“Narkoba merupakan ancaman serius yang merusak mental, moral, serta masa depan bangsa. Upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran individu dan komitmen kolektif,” tegas Bapak Gatot.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kantor Imigrasi Surabaya dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan penegakan disiplin aparatur. Selain meningkatkan pemahaman pegawai tentang bahaya narkoba, kegiatan ini juga bertujuan membangun budaya kerja bersih narkoba serta memastikan setiap pegawai menjunjung tinggi nilai profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

Sebagai bentuk komitmen nyata, rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan tes urine bagi seluruh pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Tes ini dilakukan untuk memastikan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam mendukung pencegahan dan penanganan narkoba secara tegas dan berkelanjutan.

Kantor Imigrasi Surabaya menyampaikan apresiasi kepada BNNK Sidoarjo atas sinergi yang terjalin, dan berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat dalam mendukung program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memahami pentingnya upaya pencegahan dan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja maupun masyarakat.

IMIGRASI LUNCURKAN SISTEM KERJA PADA TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI, WUJUD TRANSFORMASI TATA KELOLA KEIMIGRASIAN

JAKARTA (20/11/2025) — Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meluncurkan Sistem Kerja pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan Pedoman Pengelolaan Unit Analisis Penumpang pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Peresmian ini dil.akukan oleh Plt. Direktur Jenderal Imigrasi pada Rabu, 19 November 2025 di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta. Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran Sistem Kerja pada TPI merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Nomor M.IP-19.GR.01.01 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 14 November
2025.

Sistem Kerja ini merupakan transformasi komprehensif tata kelola pemeriksaan keimigrasian di TPI agar semakin profesional, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, Sistem Kerja ini juga mengintegrasikan seluruh aplikasi dan data dalam proses pemeriksaan keimigrasian di TPI, mulai dari prosedur, tahapan pemeriksaan, pengambilan keputusan, hingga pelaporan, ke dalam satu ekosistem digital yang terpadu. Selain Sistem Kerja pada TPI, Direktorat Jenderal Imigrasi juga menerbitkan Pedoman Dirjen Imigrasi Nomor IMI-1041.GR.01.01 TAHUN 2025 tentang Pengelolaan Unit Analisis Penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi sebagai bentuk komitmen Imigrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika perlintasan internasional.

Penerbitan pedoman Unit Analisis Penumpang ini bertujuan guna memastikan pengelolaan data yang efektif dan profesional, meningkatkan efektivitas pengawasan perlintasan orang, mendeteksi dini potensi ancaman, mengoptimalkan penggunaan teknologi, memastikan perlindungan data pribadi, serta mendukung keamanan nasional. Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ditjen Imigrasi, Suhendra, menyampaikan bahwa Sistem
Kerja dan Pedoman ini diwujudkan melalui strategi BorderLink dengan slogan connecting the world, securing the border. Kedua hal tersebut penting dilakukan untuk menciptakan perekaman data yang akurat melalui interoperabilitas antar aplikasi, pemanfaatan autogate secara optimal, serta meningkatkan pengawasan kinerja petugas di TPI, dan peningkatan capaian PNBP.

“BorderLink harus menjadi budaya kerja baru di seluruh TPI, bukan sekadar transformasi digital, tetapi sebuah pola pikir dan cara bertugas modern yang membentuk cara berpikir dan cara bertugas setiap petugas Imigrasi dalam menghadapi dinamika di TPI,” terang Suhendra. Sebagai penutup, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi menyampaikan bahwa integritas petugas juga harus menjadi modal utama di TPI, karena teknologi yang maju hanya akan bermakna apabila dijalankan oleh SDM yang profesional, beretika, dan berkomitmen menjaga kepercayaan publik.

“Saya ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan dan inovasi yang kita lakukan memberikan dampak nyata terhadap kemudahan layanan, kenyamanan masyarakat, serta peningkatan daya saing Indonesia dalam ekosistem mobilitas internasional dan investasi global, sebagaimana diamanatkan dalam program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tutup Yuldi.

RAIH JUARA UMUM ANUGERAH HUMAS IMIGRASI INDONESIA 2025 TONGGAK BARU PENGUATAN LAYANAN PUBLIK YANG INFORMATIF DAN HUMANIS DI IMIGRASI SURABAYA

Bandung, 24 November 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mencatat sejarah baru pada ajang Anugerah Humas Imigrasi Indonesia 2025 dengan berhasil meraih Predikat Juara Umum. Capaian ini sekaligus menjadi momentum penting bagi penguatan peran kehumasan, teknologi informasi keimigrasian (TIKIM), serta pelayanan pengaduan dalam mendukung layanan publik yang modern, responsif, dan humanis.

Ajang Anugerah Humas Imigrasi Indonesia merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan kerja yang mampu menyajikan layanan informasi publik secara inovatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di Kota Bandung dengan melibatkan proses penilaian profesional serta ruang pembelajaran bersama bagi seluruh unsur kehumasan imigrasi.

Rangkaian Prestasi Imigrasi Surabaya

Keberhasilan sebagai Juara Umum diperkuat dengan capaian di berbagai kategori berikut:

  • 🏆 Juara Umum Anugerah Humas Imigrasi Indonesia 2025
  • Magashine / Pengelolaan Majalah & Tabloid – Terbaik I
  • The Most Caring One / Pelayanan Informasi dan Pengaduan Masyarakat – Terbaik I
  • Media Darling / Pengelolaan Media dan Pemberitaan – Terbaik 5
  • Imifluencer / Pengelolaan Media Sosial – Terbaik 5

Kategori individu:

  • Terbaik I – Immigration PR Leader of The Year: Muhammad Umar Kusumo N.
  • Terbaik III – Immigration PR Creator of The Year: Candra Kristyanto

Kepala Kantor Imigrasi Surabaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim atas upaya kolektif yang menjadi pondasi capaian ini. “Penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras, kreativitas, dan kedisiplinan seluruh anggota tim. Kami percaya bahwa komunikasi publik yang baik merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan imigrasi yang prima,” ujarnya.

Makna Strategis Penghargaan

Kemenangan ini bukan hanya penghargaan simbolis, tetapi mencerminkan perjalanan panjang dalam membangun ekosistem informasi publik yang terpercaya. Di tengah dinamika era digital, Humas Imigrasi dituntut lebih dari sekadar penyampai informasi—namun juga penjaga citra kelembagaan, fasilitator komunikasi dua arah, hingga representasi nilai empati dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.

Imigrasi Surabaya menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan informasi publik berperan langsung dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian.

Komitmen Melangkah ke Depan

Dengan predikat Juara Umum ini, Kantor Imigrasi Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, memperkuat kolaborasi lintas bidang, serta menghadirkan layanan informasi publik yang mudah diakses, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutup Kepala Kantor.

Imigrasi Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pencegahan TPPO di Desa Binaan Kunjorowesi

Mojokerto, 14 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kegiatan sosialisasi di wilayah desa binaan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta aktif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Imigrasi Surabaya untuk menghadirkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi dan perlindungan bagi warga agar terhindar dari kejahatan perdagangan orang yang kerap mengintai di balik tawaran pekerjaan di luar negeri.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas dari Kantor Imigrasi Surabaya, Bapak Anton Purnomo Hadi menyampaikan berbagai materi terkait pencegahan TPPO, mulai dari pengenalan modus operandi pelaku, bentuk-bentuk eksploitasi yang sering terjadi, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, hingga mengenalkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya dokumen perjalanan yang sah, serta bagaimana prosedur keberangkatan ke luar negeri yang benar dan aman sesuai ketentuan perundang-undangan. Petugas menegaskan bahwa perdagangan orang bukan hanya terjadi pada jalur ilegal, tetapi juga bisa terjadi melalui bujukan halus atau tawaran kerja yang tidak disertai kelengkapan izin. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang menjanjikan pekerjaan mudah dengan imbalan besar.

Selain edukasi mengenai TPPO, kegiatan ini juga mengulas layanan keimigrasian yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, seperti pengurusan paspor dan konsultasi keberangkatan ke luar negeri. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai prosedur pelayanan dan memperoleh penjelasan dari petugas, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan informatif. Petugas Imigrasi Pembina Desa, Bapak Maulid Yustisia Iriandi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan bagian penting dari fungsi Imigrasi tidak hanya sebagai pelaksana pelayanan publik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam perlindungan warga negara.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami bahaya perdagangan orang dan tahu bagaimana cara melindungi diri. Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan, dan Imigrasi berperan untuk memberikan pemahaman itu secara langsung ke masyarakat,” ujar Maulid. Beliau menambahkan bahwa program Desa Binaan Imigrasi menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sadar hukum dan sadar keimigrasian. Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, diharapkan pesan-pesan pencegahan TPPO dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga Desa Kunjorowesi. Masyarakat menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung mengenai isu-isu aktual di bidang keimigrasian serta langkah-langkah praktis dalam mencegah kejahatan perdagangan orang. Dengan kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pemberi layanan keimigrasian, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom warga negara melalui edukasi yang berkelanjutan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Raih Penghargaan Pengelolaan dan Pelaporan Forensik Keimigrasian Terbaik

Jakarta, 15 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada kegiatan Diseminasi Dokumen Forensik Keimigrasian Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil meraih Piagam Penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Pemeriksaan Dokumen Forensik Terbanyak Periode Januari hingga September 2025.

Kegiatan yang digelar di Hilton Garden Inn Jakarta Taman Palem pada Rabu (15/10/2025) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya diwakili oleh Bapak Kholilur Rohman, selaku Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, yang hadir untuk menerima penghargaan secara langsung mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi kinerja pelaporan laboratorium forensik keimigrasian yang meliputi penggunaan mesin Video Spectral Comparator (VSC) dalam mendeteksi keaslian dokumen keimigrasian seperti paspor, visa, maupun cap keimigrasian. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya tercatat sebagai satuan kerja dengan jumlah pemeriksaan dokumen forensik terbanyak selama periode penilaian, yakni sebanyak 177 dokumen.

Dalam keterangannya, Bapak Kholilur Rohman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan ini. “Capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh dari pimpinan. Pemeriksaan forensik dokumen bukan sekadar tugas teknis, tetapi bagian penting dari upaya kami menjaga integritas dan keamanan dokumen perjalanan agar tidak disalahgunakan. Kami akan terus meningkatkan profesionalisme dan ketelitian dalam setiap pemeriksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Imigrasi Surabaya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mendukung tugas dan fungsi intelijen keimigrasian, terutama dalam deteksi dini terhadap potensi pemalsuan dokumen perjalanan. “Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan, tetapi juga pemacu semangat bagi seluruh pegawai agar semakin berkomitmen dalam memberikan pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang optimal,” tambahnya.

Kegiatan Diseminasi Dokumen Forensik Keimigrasian TA 2025 ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperkuat kemampuan teknis satuan kerja di bidang pemeriksaan forensik dokumen, serta menumbuhkan budaya kerja yang profesional dan akuntabel di lingkungan keimigrasian. Dengan penghargaan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan perannya sebagai salah satu ujung tombak pelayanan dan pengawasan keimigrasian di wilayah Indonesia Timur, khususnya dalam menjaga keamanan dan keabsahan dokumen perjalanan internasional di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

18 Kantor Imigrasi Baru Segera Hadir di Berbagai Provinsi Indonesia

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi membentuk 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi. Keputusan tersebut didasari oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dengan Surat Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tanggal 04 November 2025.

Pembentukan kantor-kantor imigrasi baru bertujuan untuk mendekatkan akses layanan paspor, izin tinggal dan layanan keimigrasian lainnya kepada masyarakat, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA). Selain itu, pembentukan kantor imigrasi baru diharapkan memperluas dan memperkuat pengawasan dan penindakan keimigrasian.

Kedelapan belas kantor imigrasi baru tersebut antara lain:
1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah
2. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Provinsi Jawa Tengah
3. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta
4. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Purworejo, Provinsi Jawa Tengah
5. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat
6. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Garut, Provinsi Jawa Barat
7. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal, Provinsi Jawa Tengah
8. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu
9. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan
10. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan
11. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bone, Provinsi Sulawesi Selatan
12. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
13. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato, Provinsi Gorontalo
14. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Padang Sidimpuan, Provinsi Sumatera Utara
15. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung, Provinsi Bali
16. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tabanan, Provinsi Bali
17. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara
18. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat

“Pembentukan kantor-kantor baru ini merupakan upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami memastikan bahwa wilayah-wilayah yang selama ini dinilai memiliki kebutuhan layanan keimigrasian yang signifikan dapat terakomodasi dengan baik,” ungkap Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman.

Saat ini, jumlah kantor imigrasi di seluruh Indonesia telah mencapai 133 unit. Dengan bertambahnya 18 kantor imigrasi baru, Ditjen Imigrasi akan memiliki 151 kantor imigrasi di seluruh Indonesia.

Penambahan kantor imigrasi ini tidak hanya berdampak positif bagi WNI dalam memperoleh layanan paspor dan keimigrasian, tetapi juga meningkatkan layanan bagi WNA yang berada di Indonesia, terutama dalam hal izin tinggal, koordinasi keimigrasian dan tanggapan terhadap pelanggaran. Semakin luasnya jangkauan kantor imigrasi juga memungkinkan pengawasan dan penindakan keimigrasian dilakukan secara lebih tajam dan merata ke seluruh pelosok wilayah.

“Dengan hadirnya kantor-kantor baru, kami yakin layanan imigrasi akan semakin prima dan pemerataan pelayanan keimigrasian di seluruh Indonesia dapat terwujud. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan, pengawasan, dan sinergi antarlembaga agar tugas keimigrasian dapat berjalan secara optimal,” tutup Yuldi Yusman.

Imigrasi Dorong Iklim Investasi Jawa Timur Lewat Sosialisasi “All Indonesia” dan “ForINVEST”

Sidoarjo, 8 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menggelar kegiatan “Sosialisasi All Indonesia dan Peluang Investasi di Wilayah Jawa Timur” di Aula Kanim Surabaya, Rabu (8/10). Acara ini dihadiri oleh para perwakilan dari Konsulat Jenderal negara sahabat, instansi vertikal di lingkungan Bandara Internasional Juanda, serta perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital layanan keimigrasian merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi di daerah. “All Indonesia bukan hanya aplikasi, melainkan semangat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis. Ini adalah wujud nyata dari sinergi digitalisasi pelayanan dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Novianto.

All Indonesia: Satu Platform Layanan Keimigrasian

Program All Indonesia, yang diluncurkan secara nasional pada 1 Oktober 2025 oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, merupakan platform digital terpadu yang menghadirkan layanan pelaporan kedatangan penumpang pada bandara dan pelabuhan internasional dalam satu genggaman. All Indonesia adalah sistem terintegrasi yang memadukan layanan deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu platform digital. Layanan ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu versi web melalui laman allindonesia.imigrasi.go.id dan aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Google Playstore maupun App Store. Implementasi All Indonesia di Bandara Juanda juga menjadi langkah penting dalam membangun integrasi data lintas instansi yang berfokus pada pelayanan publik dan keamanan perbatasan.

DE IMEJ dan ForINVEST: Sinergi Inovasi dari Jawa Timur

Dalam acara tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur juga memperkenalkan DE IMEJ (Digital Ecosystem of Immigration and East Java) — portal berbasis web dengan sistem QR Code yang menyediakan informasi terpadu seputar keimigrasian, investasi, pariwisata, dan UMKM Jawa Timur. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah secara global dan memperkuat citra Jawa Timur sebagai wilayah yang terbuka dan aman bagi investor asing.

Selain itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, juga mengangkat inisiatif ForINVEST (Platform Investasi dan Keimigrasian Terpadu) sebagai bagian dari proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II. Program ini bertujuan untuk mendukung percepatan investasi di Jawa Timur melalui layanan keimigrasian yang adaptif dan pro-investasi, termasuk kemudahan izin bagi tenaga kerja asing serta kepastian hukum bagi penanam modal.

Kolaborasi untuk Investasi Ramah dan Terintegrasi

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh perwakilan konsulat negara sahabat seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Australia, Belanda, Thailand, Jerman, Prancis, Polandia, dan lainnya. Partisipasi mereka mencerminkan pentingnya peran keimigrasian dalam mendukung hubungan internasional dan investasi lintas negara. Novianto menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Jawa Timur: “Mari kita wujudkan semangat All Indonesia dalam tindakan nyata. Jawa Timur harus menjadi gerbang investasi nusantara yang maju, aman, dan humanis.”

Tentang All Indonesia

All Indonesia merupakan inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan keimigrasian, Bea Cukai dan Badan Karantina pada saat kedatangan di pintu-pintu masuk baik di Bandara, Pelabuhan dan Pos-Pos Perbatasan Internasional Indonesia dalam satu aplikasi digital. Aplikasi All Indonesia ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat baik WNI dan WNA pada saat kedatangan dari luar negeri. Aplikasi ini diluncurkan secara resmi pada 1 Oktober 2025, platform ini mendukung visi “Transformasi Digital Imigrasi untuk Indonesia Emas 2045”.

Imigrasi Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pencegahan TPPO di Desa Binaan Kunjorowesi

Mojokerto, 14 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kegiatan sosialisasi di wilayah desa binaan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta aktif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Imigrasi Surabaya untuk menghadirkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi dan perlindungan bagi warga agar terhindar dari kejahatan perdagangan orang yang kerap mengintai di balik tawaran pekerjaan di luar negeri.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas dari Kantor Imigrasi Surabaya, Bapak Anton Purnomo Hadi menyampaikan berbagai materi terkait pencegahan TPPO, mulai dari pengenalan modus operandi pelaku, bentuk-bentuk eksploitasi yang sering terjadi, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, hingga mengenalkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya dokumen perjalanan yang sah, serta bagaimana prosedur keberangkatan ke luar negeri yang benar dan aman sesuai ketentuan perundang-undangan. Petugas menegaskan bahwa perdagangan orang bukan hanya terjadi pada jalur ilegal, tetapi juga bisa terjadi melalui bujukan halus atau tawaran kerja yang tidak disertai kelengkapan izin. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang menjanjikan pekerjaan mudah dengan imbalan besar.

Selain edukasi mengenai TPPO, kegiatan ini juga mengulas layanan keimigrasian yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, seperti pengurusan paspor dan konsultasi keberangkatan ke luar negeri. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai prosedur pelayanan dan memperoleh penjelasan dari petugas, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan informatif. Petugas Imigrasi Pembina Desa, Bapak Maulid Yustisia Iriandi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan bagian penting dari fungsi Imigrasi tidak hanya sebagai pelaksana pelayanan publik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam perlindungan warga negara.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami bahaya perdagangan orang dan tahu bagaimana cara melindungi diri. Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan, dan Imigrasi berperan untuk memberikan pemahaman itu secara langsung ke masyarakat,” ujar Maulid.

Beliau menambahkan bahwa program Desa Binaan Imigrasi menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sadar hukum dan sadar keimigrasian. Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, diharapkan pesan-pesan pencegahan TPPO dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga Desa Kunjorowesi. Masyarakat menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung mengenai isu-isu aktual di bidang keimigrasian serta langkah-langkah praktis dalam mencegah kejahatan perdagangan orang. Dengan kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pemberi layanan keimigrasian, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom warga negara melalui edukasi yang berkelanjutan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Raih Penghargaan Pengelolaan dan Pelaporan Forensik Keimigrasian Terbaik

Jakarta, 15 Oktober 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada kegiatan Diseminasi Dokumen Forensik Keimigrasian Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil meraih Piagam Penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Pemeriksaan Dokumen Forensik Terbanyak Periode Januari hingga September 2025.

Kegiatan yang digelar di Hilton Garden Inn Jakarta Taman Palem pada Rabu (15/10/2025) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya diwakili oleh Bapak Kholilur Rohman, selaku Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, yang hadir untuk menerima penghargaan secara langsung mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi kinerja pelaporan laboratorium forensik keimigrasian yang meliputi penggunaan mesin Video Spectral Comparator (VSC) dalam mendeteksi keaslian dokumen keimigrasian seperti paspor, visa, maupun cap keimigrasian. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya tercatat sebagai satuan kerja dengan jumlah pemeriksaan dokumen forensik terbanyak selama periode penilaian, yakni sebanyak 177 dokumen.

Dalam keterangannya, Bapak Kholilur Rohman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan ini.

“Capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh dari pimpinan. Pemeriksaan forensik dokumen bukan sekadar tugas teknis, tetapi bagian penting dari upaya kami menjaga integritas dan keamanan dokumen perjalanan agar tidak disalahgunakan. Kami akan terus meningkatkan profesionalisme dan ketelitian dalam setiap pemeriksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Imigrasi Surabaya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mendukung tugas dan fungsi intelijen keimigrasian, terutama dalam deteksi dini terhadap potensi pemalsuan dokumen perjalanan.

“Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan, tetapi juga pemacu semangat bagi seluruh pegawai agar semakin berkomitmen dalam memberikan pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang optimal,” tambahnya.

Kegiatan Diseminasi Dokumen Forensik Keimigrasian TA 2025 ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperkuat kemampuan teknis satuan kerja di bidang pemeriksaan forensik dokumen, serta menumbuhkan budaya kerja yang profesional dan akuntabel di lingkungan keimigrasian. Dengan penghargaan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menegaskan perannya sebagai salah satu ujung tombak pelayanan dan pengawasan keimigrasian di wilayah Indonesia Timur, khususnya dalam menjaga keamanan dan keabsahan dokumen perjalanan internasional di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sekretaris Jenderal Kemenimipas Kunjungan Kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya

Sidoarjo, 26 September 2025 – Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Dr. Asep Kurnia, S.H., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya pada Jumat (26/9).

Rangkaian kunjungan kerja diawali dengan senam pagi bersama Sekjen Kemenimipas yang diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Jawa Timur serta pegawai Kantor Imigrasi Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat kerja yang sehat dan bugar. Suasana penuh keakraban semakin terasa ketika Sekjen turut bermain tenis meja (pingpong) bersama jajaran pegawai Kanim Surabaya.

Usai kegiatan olahraga, Sekjen memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Dalam arahannya, Sekjen menekankan pentingnya sinergi, peningkatan integritas, dan pelayanan publik yang semakin prima.

“Saya berharap seluruh jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jawa Timur terus menjaga integritas, memperkuat sinergi, dan selalu berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Pelayanan yang baik adalah cerminan dari birokrasi yang melayani,” ujar Sekjen dalam arahannya.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, 25 September 2025, Sekjen juga menghadiri acara Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2025 yang digelar di Surabaya. Pada ajang tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berhasil meraih enam penghargaan. Dari jumlah tersebut, lima penghargaan berhasil diraih oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, sementara satu penghargaan diraih langsung oleh Kemenimipas. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan komunikasi publik yang transparan, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Setelah agenda pengarahan di Sidoarjo, Sekjen menyempatkan diri meninjau bazar pasar murah yang digelar di halaman Kantor Imigrasi Surabaya. Bazar ini terselenggara berkat kolaborasi antara Kantor Imigrasi Surabaya, Kanwil Bulog, dan Polresta Sidoarjo, yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi pegawai maupun masyarakat sekitar.

Melalui rangkaian agenda ini, diharapkan jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jawa Timur semakin termotivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Kemenimipas dalam mewujudkan birokrasi yang melayani.

2025 © Copyright – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya